yang ingin kusimpan sebagai kenangan

Dari sebuah peristiwa tanggal 28 November 2008.

Wow, tiga tahun lalu…. Lama juga yaa…
Begitu cepatnya waktu berlalu.

Cuma satu hal yang ingin kucatat hari ini……

Kusempatkan ke makam ibu seorang ‘sahabat’, setelah mempersetankan semua rasa yang ada di hatiku padanya.
Yang pasti hari ini aku lega sekali. Tapi juga sedih, menyadari kebodohanku selama ini. Mungkin hanya satu teman yang tau semua ini.
Alhamdulillahi rabbil alamiin….

Semula sudah kuberjanji sendiri untuk tidak menuliskan ini. Tapi ada keinginan kuat untuk mencatatnya juga.
Capek kalau cuma disimpan terus dilupakan begitu saja.

Sudahlah, buatku ini bukan hal yang perlu disesali kok. Pelajaran berharga bisa kuambil dari sini.
Cuma bodohnya aku, kenapa nggak kulakukan dari dulu biar cepat selesai?

Tadi pagi itu aku merasa sangat hebat, berani mengungkapkan keinginan untuk mengunjungi makam ibu yang baik hati itu. Menanyakan di mana makamnya, setelah sekian tahun ku menahan diri, lebih karena tidak mau memanjakan perasaan saja alasanku. Selain itu aku enggan mengganggunya.

Di telpon kukatakan juga kalau aku dan ibunya sering ngobrol saat beliau sakit. Bagian yang sangat kusesali sebenarnya, karena selama beliau sakit, aku belum pernah sempat menengok. Padahal jika kondisi sedang membaik, beliau tidak pernah lupa menelponku.

Rasanya banyak yang harus kusesali sejak bertemu dengan beliau, aku belum pernah satu pun memenuhi keinginan beliau. Mengundangku datang waktu beliau menikahkah putri bungsunya, aku pas tidak bisa datang. Waktu aku tau beliau masuh rumah sakit untuk kesekian kalinya, aku juga belum sempat. Masya Allah, ampuni hamba-Mu ini, Yaa Allah…..

Tapi kemudian kuyakini bahwa beliau pun di sana sangat mengerti keadaanku, dan tau kalau aku sudah meluangkan waktu untuk mengunjungi, berdoa di makamnya.

Setelah ini aku ingin tidak ada keraguan lagi untuk melupakan ‘sahabat’ku ini buat selamanya. Aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak ada bentuk hubungan apa pun dengannya.

Kelelahan ini harus berakhir.
Mungkin aku juga tidak ingin mendengar apa pun lagi tentangnya.

28 November 2008,
Pemakaman Kuncen, Jogjakarta.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: