Bijak dalam Perbedaan

by Suci Pri Hatiningsih on Thursday, February 16, 2012 at 8:19am ·

Dari semula Tuhan menciptakan segala sesuatu tidak ada yang sama. Bahkan manusia kembar identik pun pasti ada perbedaannya, biar pun hanya sedikit yang bisa kita lihat.

Lihatlah planet-planet yang diciptakan-Nya di jagad raya ini. Adakah kesamaan pada masing-masing bola planet itu?
Itu contoh besar yang mungkin terlalu mencolok untuk kita diskusikan bedanya.

Itu contoh yang terlalu besar.
Hal kecil saja, seandainya mata pencaharian semua manusia si bumi ini sama, apa yang akan terjadi?
Jika semua bertani, siapa yang akan membuat baju, siapa yang akan memelihara hewan, siapa yang akan menjalankan transportasi?

Perbedaan pada ciptaan-Nya adalah hal yang hakiki, sepenuhnya menjadi hak mutlak Tuhan untuk menentukannya.
Mungkin untuk terbentuknya sebuah harmoni, keselarasan dan keseimbangan yang mempercantik semua sudut ciptaan-Nya yang Maha Luas dan Maha Sempurna. Semua itu sekali lagi mutlak milik-Nya.

Manusia hanya berhak bersyukur dilimpahi semua nikmat pemberian-Nya. Pembahasan tentang perbedaan tidak pernah ada habisnya. Dalam perbedaan kita menemukan hal yang mungkin tidak kita temukan di diri kita sendiri. Dalam perbedaan kita punya sisi yang mungkin tidak dimiliki oleh orang lain. Dalam perbedaan kita juga menemukan penyempurna kekurangan kita.
Haruskah kita ingkari perbedaan itu?

Hati seseorang hanya Tuhan yang tahu isinya. Kepala orang hanya Tuhan yang tahu isinya. Jantung orang, dokter bisa salah menghitung detaknya, tapi Tuhan Maka Mengetahui.

Mari kita tengok ke dalam diri kita sendiri. Sudahkah kita memberi nutrisi untuk hati, otak dan jantung kita dengan benar?
Sudahkah kita menyiraminya dengan air segar kehidupan untuk mereka dengan benar?
Tanpa mereka kita bukan lagi disebut manusia yang hidup sempurna.

Pasti jawabnya belum.
Karena SEMPURNA itu mutlak milik-Nya.

Perbedaan sisi mana pun, mari kita sikapi dengan hati lapang.
Siapa pun yang suka membahas perbedaan secara radikal di luar dirinya sendiri, lihatlah diri sendiri.
Sudah sempurnakah anda sebagai manusia?
Sudah sempurnakah anda menjalankan amanah menjadi khalifah-Nya di dunia ini?
Janganlah kita mengklaim diri sebagai khalifah-Nya yang paling sempurna, sebab kita memerlukan orang lain untuk menyempurnakan ke-khalifah-an itu.

Kesempurnaan hanya milik-Nya, manusia adalah tempat ketidaksempurnaan.
Percayalah…..
Kesempurnaan yang sempurna hanya akan tercapai jika ada keselarasan dan keseimbangan antara semua ciptaan-Nya yang selalu mensyukuri dan menghormati hak hidup makhluk lain.
Semua itu kita kembalikan kepada Sang Pencipta,
Waallahu Alaam…

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: