di mana lagi?

Aku rindu suasana serba sepi ketika aku belum punya account facebook. Aku hanya menuliskan segala uneg-uneg-ku di selembar kertas atau buku catatan yang sengaja kubeli dengan alasan buku itu bagus untuk menyimpan semua catatan.

Buku-buku itu sekarang kosong. Aku malas mengisinya. Biar pun itu hanya sebuah catatan yang tidak begitu penting.

Ketika aku mulai asyik dengan facebook, apa pun kutulis di sana, entah di wall, catatan atau sekedar coretan di blog-ku sendiri.
Tidak ada rahasia yang kusembunyikan di sana. Semua orang bisa membacanya tanpa perlu permit dariku.

Terlalu gamblang kesannya di mata semua temanku. Untungnya tidak banyak yang suka membuka blog-ku ini. Mungkin karena memang tidak menarik untuk dibaca. Maklum, aku belum bisa membuat tampilan menarik untuk catatanku di sini.

Adakah yang terganggu dengan keadaanku ini? Yang sampai sekarang masih menyendiri, asyik dengan diriku sendiri.
Kenapa jadi suka ada yang ribut dengan statusku ini?
Bukannya aku tidak sendirian?
Masih banyak kan di luar sana yang punya keadaan sama denganku?

Kalau keadaanku masih seperti ini, bukan salah mereka. Bukan salahku juga. Artinya aku tidak mau menyalahkan diri sendiri. Bagaimana pun ini bukan mutlak kesalahanku. Ada banyak alasan dengan apa yang terjadi padaku.
Tidak perlu ada yang merasa kerepotan. Aku terbiasa sendiri.

Tapi di saat aku menginginkan bersama orang yang kuinginkan, itu jadi hal sulit. Bukan perkara mudah, dan rasanya hampir semua orang tidak setuju dengan keinginanku. Mereka lebih mendukung orang lain. Salahkah aku?

Aku juga manusia normal. Di suatu saat aku ingin berlindung, dilindungi dan diperhatikan.
Kenapa orang lain menghalangi keinginanku? Malah merebut kesempatanku dengan mendukung orang lain.

Rasanya mereka memang tidak pernah adil. Sedikit pun tidak menengok keinginanku.
Kenapa?
Aku tidak cantik, tidak bening, tidak menarik dan sudah tidak muda lagi.
Begitu yaa?

Sungguh tidak adil mereka itu memperlakukan aku.
Memaksaku mengikuti jalan pikiran mereka, tanpa sedikitpun memberiku kesempatan.

Sering mereka yang mengaku berasal dari masa laluku memaksaku untuk mengingat banyak hal yang memang tidak ingin kuingat lagi selamanya.
Sengaja kulupakan hingga benar-benar lupa. Sebab itu bukan kenangan manis.
Jangankan manis, mencoba mengingatnya pun aku merasa tidak penting untuk dilakukan.
Yaa, untuk apa hal itu diingat kalau akibatnya menyakiti diri sendiri.

Kemudian kusadari sebuah kesalahan, membuka diri untuk dimasuki orang-orang dari masa lalu. Itulah satu-satunya kesalahanku. Menguak cerita lama yang sebenarnya sangat ingin kulupakan.

Melupakan…..
Yaa, itu yang hampir berhasil kulakukan. Hampir sembilan puluh persen aku bisa.
Tapi itu justru yang ingin kugenapkan.

Di mana lagi aku harus menuliskan catatanku?

Rasanya aku tidak terlalu peduli lagi, akan dibaca siapa pun catatanku. Sebab kalau aku curahkan kepada orang lain yang kupercaya sekali pun, bukan jaminan keamanan atau kerahasiaannya.

Aku tidak peduli.
Tapi jangan lagi campuri urusan pribadiku.
Aku…..
Beginilah aku.
Masih sendiri. Biarkan saja.

*24032012*

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: